***************************************************************************************************
Photobucket
Tak ada yang lebih layak bagi persembahan seorang hamba pada sang Khaliq, kecuali perasaan syukur yang di aplikasikan dengan tindak tanduk yang mengandung keimanan,ketaqwaan dan rasa cinta yang mendalam kepada NYA.Shalawat dan salam semoga tetap tersanjungkan kepada junjungan kita nabi Muhamad Saw, sebagai uswatun hasanah yang paling utama dalam hal taqwa dan penunjuk jalan menuju arah ma'rifatullah

Blog ioni saya hadirkan kehadapan pembaca, seri dialog penyejuk hati bertajuk " Dialog Ma'rifat "

Jiwa

01.32 Edit This 0 Comments »

Jiwa/Diri adalah kehidupan yang ada pada setiap diri, dalam Bahasa Arab disebutkan dengan kata : “NAFS”

Sebagaimana Allah berfirman :

“Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan Ridho serta di Ridhoi. Masuklah ke dalam golongan hamba–hamba Ku. Dan masuklah kedalam Syurga Ku”. (QS, Al-Fajr : 27-30)


Jiwa/Diri adalah suatu kesatuan antara Ruh dan Jasad, di mana tatkala Ruh nasab/misra kepada sekalian batang tubuh/Jasad maka bernamalah ia dengan Jiwa/Diri.

Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari seorang Awliya Allah dan termasuk Ulama Besar di Kalimantan Selatan Kalampaian yang berguru kepada Syech Mursyid Muhammad Saman Al-madani Al-hasani di Kota Madinah salah seorang zuriat daripada Baginda Rosulullah Saw yang juga sebagai penjaga Maqom Nabi, mengatakan :

Bahwa sebenar-benarnya Diri itu adalah Ruh

Sebenar-benarnya Ruh itu adalah Nafs/Jiwa

Sebenar-benarnya Nafs/Jiwa itu adalah Naik Turun Nafas

Naik Turun Nafas itu adalah Sir/Rahasia

Dan adapun yang dikatakan Sir/Rahasia itu adalah Nur Muhammad Saw.

0 komentar:

Posting Komentar